Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2016

Pantai Glagah Temon Kulon Progo



Pantai Glagah merupakan pantai indah dengan hamparan pasir hitam yang luas sekaligus berlaguna. Di pantai ini terdapat kawasan gumuk pasir dengan rumput grinting dan laguna Glagah yang sangat luas terhampar untuk aktivitas perahu wisata, olah raga kano, kayak, berenang atau memancing. Selain itu juga ada agrowisata buah naga, melon, semangka dan cabai yang dikelola oleh masyarakat.

Rabu, 16 November 2016

Beberapa jenis transportasi di Jogja

Ketika berkunjung ke luar kota, transportasi adalah hal yang paling penting untuk diketahui. Terlebih jika Anda ingin berkeliling menjelajahi kota yang Anda kunjungi. Tak terkecuali di Jogja, Anda harus mengetahui transportasi apa saja yang bisa Anda naiki agar bisa tiba di tempat tujuan. Jogja memiliki transportasi tradisional dan modern, Anda bisa memilih salah satu di antaranya, bergantung dengan budget Anda. Kali ini akan kita bahas tentang transportasi di Jogja, Simak ya guys!


Mayoritas penduduk Jogja memiliki alat transportasi pribadi, terutama sepeda motor. Tapi bagi Anda yang tidak membawa kendaraan pribadi ke Jogja, Anda bisa menggunakan transportasi umum atau menyewa motor/mobil. Hampir semua transportasi di Jogja berputar mengelilingi kawasan Universitas Gadjah Mada (UGM), Malioboro, dan berhenti di Terminal Giwangan atau Terminal Jombor.
Berikut ini beberapa jenis transportasi di Jogja:

Rabu, 06 April 2016

Trotoar Malioboro Tidak Ada Motor Lagi

Suasana berbeda tampak jelas di kawasan wisata Malioboro, pada Senin (4/4/2016) pagi.

Tidak terlihat lagi kendaraan roda dua yang memenuhi sepanjang trotoar Malioboro. Pemandangan ini terjadi karena adanya relokasi parkir kawasan Malioboro ke taman parkir ABA yang mulai diterapkan.

Malioboro full kawasan ramah pedestrian atau pejalan kaki atau semi pedestrian?
Beberapa waktu yang lalu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Tavip Agus Rayanto mengungkapkan, Malioboro tak bisa dijadikan kawasan murni pedestrian.