Senin, 25 April 2016

Bale Ayu Resto , Citra Rasa masakan Gurame

Bale Ayu merupakan restoran yang berciri khas masakan gurame. Restoran yang berdiri sejak 19 Januari 2009 ini menawarkan lebih dari 25 aneka masakan gurame.
Dengan tagline “Semua Bisa Makan Enak” mengartikan bahwa Bale Ayu merupakan tempat yang tepat bagi semua kalangan yang gemar dengan aneka masakan gurame, baik tua, muda, dewasa maupun anak-anak.

Bale Bebakaran

Bale Bebakaran merupakan restoran yang menyajikan aneka menu bebakaran. Restoran yang berdiri sejak 8 Juni 2013 ini menawarkan menu ikan nila, gurame, lele, ayam, bebek dan puyuh dengan 8 citarasa bebakaran.
Di bawah manajemen PT Bale Ayu Indonesia, restoran yang identik dengan logo ikan berwarna emas (golden fish) ini, menjadi restoran yang menawarkan kualitas produk dan pelayanan terbaik. Dengan mengantongi sertifikat halal dari MUI dengan nomor 12310000530215 tertanggal 21 Februari 2015 menjadikan Bale Bebakaran menjadi tempat yang tepat bagi masyarakat yang sangat peduli terhadap keamanan bahan baku dan proses memasak.

Layanan Keluhan Pelanggan PLN 24 Jam


 
Untuk LAPORAN keluhan PADAM hingga LAYANAN selama 24 jam, Sampaikan pada contact center PLN 123

Lampu peyeberangan di Area malioboro

mau Menyeberang?
tekan Tombol lampu

Gubuk Makan Iwak Kalen Jogja

Pernik  Kuliner 
Pada tanggal 24 Juli 2011 yang silam sebuah warung lesehan berdiri di tengah-tengah persawahan daerah Godean, Sisi Barat Yogyakarta. Awalnya penasaran aja, kayaknya jualan wader goreng kok menarik dan terasa unik.

Bermula dari kegemaran kami memburu kuliner yang ndeso tapi terasa lezat di lidah sehingga kami putuskan mencoba jualan nasi wader.

Setelah kami buat semacam gubuk lengkap dengan arena lesehan buat makan, kami putuskan segera membuka warung itu dan berjalan hingga detik ini.

Kamis, 21 April 2016

Minggu, 10 April 2016

Sri Sultan Lakukan Napak Tilas : 10 tahun gempa Jogja & Jateng

Gubernur DI. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Bupati Bantul, Suharsono mererima pejelasan dari Kepala Program Studi Magister Teknik Geologi UPN Yogyakarta, Dr. C. Prasetyadi saat melakukan kunjungan ke lokasi Sesar (patahan) Opak di Dusun Kembangsongo, Trimulyo, Jetis, Bantul, DI. Yogyakarta, Sabtu (09/04/2016). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Napak Tilas Gempa Jogja 2006. Sejumlah akademisi meminta kepada pemerintah agar kawasan patahan ini tidak rusak oleh kegiatan penambangan agar tetab bisa menjadi wahana studi bagi mahasiswa ataupun peneliti geologi.
Sri Sultan bersama sejumlah pejabat seperti Danrem, Danlanal, pejabat Pemerintah Daerah DIY dan Bupati Bantul Suharsono mengunjungi Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Dalam sambutannya Sri Sultan HB X mengatakan masyarakat Yogyakarta membutuhkan waktu selama kurang lebih dua tahun untuk kembali pulih seperti saat sebelum terjadinya gempa, dan kunci dari percepatan pemulihan tersebut adalah kebersamaan dan gotong royong dari seluruh warga.

Rabu, 06 April 2016

Trotoar Malioboro Tidak Ada Motor Lagi

Suasana berbeda tampak jelas di kawasan wisata Malioboro, pada Senin (4/4/2016) pagi.

Tidak terlihat lagi kendaraan roda dua yang memenuhi sepanjang trotoar Malioboro. Pemandangan ini terjadi karena adanya relokasi parkir kawasan Malioboro ke taman parkir ABA yang mulai diterapkan.

Malioboro full kawasan ramah pedestrian atau pejalan kaki atau semi pedestrian?
Beberapa waktu yang lalu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Tavip Agus Rayanto mengungkapkan, Malioboro tak bisa dijadikan kawasan murni pedestrian.