Senin, 15 Februari 2016

PMI Kota Yogyakarta

Sejarah lahirnya gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional adalah pada tanggal 24 Juni 1859 di kota Solferino, Italia Utara, pasukan Perancis dan Italia sedang bertempur melawan pasukan Austria dalam suatu peperangan yang mengerikan. Pada hari yang sama, seorang pemuda warganegara Swiss, Henry Dunant , berada di sana dalam rangka perjalanannya untuk menjumpai Kaisar Perancis, Napoleon III. Puluhan ribu tentara terluka, sementara bantuan medis militer tidak cukup untuk merawat 40.000 orang yang menjadi korban pertempuran tersebut. Tergetar oleh penderitaan tentara yang terluka, Henry Dunant bekerjasama dengan penduduk setempat, segera bertindak mengerahkan bantuan untuk menolong mereka. Beberapa waktu kemudian, setelah kembali ke Swiss, dia menuangkan kesan dan pengalaman tersebut kedalam sebuah buku berjudul "Kenangan dari Solferino", yang menggemparkan seluruh Eropa. Dalam bukunya, Henry Dunant mengajukan dua gagasan:
Pertama, membentuk organisasi kemanusiaan internasional , yang dapat dipersiapkan pendiriannya pada masa damai untuk menolong para prajurit yang cedera di medan perang.
Kedua, mengadakan perjanjian internasional guna melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut pada waktu memberikan pertolongan pada saat perang.

Pada tahun 1863, empat orang warga kota Jenewa bergabung dengan Henry Dunant untuk mengembangkan gagasan pertama tersebut. Mereka bersama-sama membentuk "Komite Internasional untuk bantuan para tentara yang cedera", yang sekarang disebut Komite Internasional Palang Merah atau International Committee of the Red Cross (ICRC).
Dalam perkembangannya kelak untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan di setiap negara maka didirikanlah organisasi sukarelawan yang bertugas untuk membantu bagian medis angkatan darat pada waktu perang. Organisasi tersebut yang sekarang disebut Perhimpunan Nasional Palang Merah atau Bulan Sabit Merah.

Berdasarkan gagasan kedua, pada tahun 1864, atas prakarsa pemerintah federal Swiss diadakan Konferensi Internasional yang dihadiri beberapa negara untuk menyetujui adanya "Konvensi perbaikan kondisi prajurit yang cedera di medan perang". Konvensi ini kemudian disempurnakan dan dikembangkan menjadi Konvensi Jenewa I, II, III dan IV tahun 1949 atau juga dikenal sebagai Konvensi Palang Merah . Konvensi ini merupakan salah satu komponen dari Hukum Perikemanusiaan Internasional (HPI) suatu ketentuan internasional yang mengatur perlindungan dan bantuan korban perang.

SEJARAH PMI

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Perjuangan untuk mendirikan Palang Merah Indonesia sendiri diawali sekitar tahun 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Terpaksa rancangan itu disimpan untuk menunggu kesempatan yang tepat. Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya rancangan itu harus kembali disimpan.



Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana, dr Marzuki, dr. Sitanala (anggota). Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963. Kini jaringan kerja PMI tersebar di 30 Daerah Propinsi / Tk.I dan 323 cabang di daerah Tk.II serta dukungan operasional 165 unit Transfusi Darah di seluruh Indonesia.

PMI Kota Yogyakarta


Jl. Tegalgendu 25 Kotagede Yogyakarta 55172 telpon 0274 372176, Fax 0274 379212

Donor Darah PMI

SMS CENTER : 085741550000

Info stok darah bisa diperoleh melalui SMS Gateway dengan format SMS :

1. INFO STOK WB

2. INFO STOK PRC

3. INFO STOK TC

4. INFO STOK LP

5. INFO STOK FFP

6. INFO STOK WE

7. INFO STOK

KIRIM KE 085741550000 sesuai informasi yang anda butuhkan.

Bagi pendonor darah sukarela bisa mengakses kapan waktunya donor kembali dengan format ketik SMS:

INFO DONOR kirim ke 085741550000



Jadwal Donor Bisa diakses di:

SMS: INFO MU tgl/bln/thn

kirim ke 085741550000

FB : udd Kota Yogyakarta

Twitter: @uddkotayogya

Email : uddkotayk@yahoo.com



TATA CARA DONOR DARAH

1.Mengisi Formulir Donor 2.Menyerahkan kartu donor darah bagi yang sudah mempunyai/ pernah mendonorkan darah
3. Donor ditimbang berat badannya

4.Anamnesa sederhana / tabya jawab singkat yang berhubungan dengan syarat-syarat mendonorkan darah


5. Donor dites golongan darahnya dan kadar haemoglobil (HB)

6.Cek tekanan darah / Tensi

5. Setelah memenuhi syarat (sehat menurut dokter / petugas) maka barulah petugas transfusi darah (ATD/PTID) siap untuk menyadap (mengambil) darahnya 350 cc

6. Setelah diambil darahnya pendonor disistirahatkan sejenak ( 5-10 Menit).

7.Minum dan makanan ringan di ruang makan.

8. Selesai (pulang)



CARA MENGADAKAN AKSI SOSIAL DONOR DARAH

1.Mengajukan surat kerjasama dgn format isi: Hari dan tanggal kegiatan, jam, Jumlah calon donor, kontak person yang bisa di hubungi

2. Ditujukan Direktur UDD PMI Kota Yogyakarta

3. Dikirim via Email: uddkotayk@yahoo.com atau langsung ke PMI Kota Yogyakarta Jl.Tegal gendu 25 Kotagede Yogyakarta Telp: 0274-372176

4. Tidak ada biaya administrasi apapun (Gratis)

5. Peyelenggara menyediakan Ruangan, Meja dan Kursi secukupnya.

6. Akan lebih bahagia bila penyelenggara Pesan Jadwal dahulu via telpon



UDD PMI KOTA YOGYAKARTA Menyediakan :

1. Petugas Tehnis Transfusi ygberpengalaman.

2. Peralatan medis secukupnya

3. Fielbed, Kasur, bantal dll

4. Service donor (Makanan ringan, Multivitamin dan Minuman segar)

5. Berangkat/ Pulang sendiri dengan Kedaraan Mobil Unit PMI

http://pmi-yogya.org
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.